Menonton film di bioskop menjadi hobby baru buat saya
akhir-akhir ini. Bukan karena udah tobat dari film-film yang ada di laptop.
Tapi saya lihat film Indonesia tahun ini sedang sedikit demi sedikit mulai
melangkah maju.
Jenis-jenis film yang dikemas oleh para sutradara Indonesia
pada tahun ini cukup beragam dan kreatif dalam setiap karya yang diciptakan.
Kita boleh berbangga hasil karya sutradara asal Indonesia ini cukup laris
dibeberapa bioskop mancanegara. Kemudian pengambilan latar dari setiap adegan juga
lebih beragam.
Kali ini ada yang berbeda dari biasanya, sebab sekarang saya
ditemani oleh teman-teman blogger gesrek yang dapet undangan nonton bareng gala
premier film "Dua Kodi Kartika". Kami dapet undangan spesial oleh
salah satu blogger yang malu-malu disebutkan namanya. Dia minta kita hadir
untuk nonton bareng sekaligus kita harus review bagaimana film ini dimata kita
para blogger gesrek.
Undangan untuk nonton bareng itu dateng dari seminggu
sebelum pelaksanaan. Tapi ternyata pas hari H, teman kampus ada yang membuat
sebuah broadcast untuk dateng ke gala premier film ini. Dia bilang ini undangan
langsung dari kang Rendy. Kebetulan rumah produksi Keke yang di Bojong Gede
dekat dengan rumah dia, dan dia cukup kenal baik dengan kang Rendy.
![]() |
| Gambar layar studio 1 XXI Epiwalk |
Awalnya seneng karena bisa nonton bareng temen kampus dan
juga temen-temen Blogger Gesrek. Tapi ketika saya konfirmasi ke dia, ternyata
tiket undangannya untuk jam 21.30 sedangkan saya jam 19.00. Pada akhirnya saya
berangkat sendiri(read: bukan jomblo) ke lokasi karena memang jam kita tidak
pas.
Setelah urusan beasiswa di kampus sudah selesai. Saya
bergegas berangkat ke Epicentrum meskipun saat itu Depok sedang diguyur hujan
cukup deras. Tapi saya tidak mau mengambil resiko cukup besar jika nanti akan
terlambat karena hujan, toh ada payung yang bisa melindungi dari tetesan hujan.
Keberangkatan diawali dengan angkot biru dengan tujuan
stasiun Depok baru. Dilanjutkan dengan naik kereta dari Stasiun Depok Baru
menuju Stasiun Cikini. Dan di akhiri dengan Uber motor yang mengantarkan sampai
depan pintu Epi Walk.
![]() |
| Foto Saya Bersama Kang Rendy |
Dengan pakaian yang cukup ootd saya beranikan diri melangkah
menuju XXI Epicentrum. Tapi sebelum masuk saya kabari Aris(blogger yang
malu-malu disebutkan namanya tadi) jika sudah sampai di depan XXI. Ada sedikit
drama singkat saat mencari mereka disana. Tapi sebelum menemukan mereka, saya
mencoba mengabadikan berfoto dengan Kang Rendy. Setelah mendapatkan petunjuk
yang jelas saya akhirnya menemukan mereka.
Di sana saya saling memperkenalkan diri, karena ini pertama
kalinya bertemu dengan mereka secara langsung. Setelah puas rumpi, gosip, dan
foto bareng, akhirnya pengumuman bioskop segera dimulai terdengar membuat para
tamu undangan bergegas masuk, termasuk kami.
![]() |
| Suasana diluar studio yang menghadiri gala premier dua kodi kartika |
Mata ini secara tidak langsung melirik setiap sudut ruangan
bioskop. Sebab ini kali pertama buat saya menghadiri gala premier film bioskop
dan juga ini pertama kali nonton di XXI Epiwalk. Cukup norak memang buat saya
yang biasa nonton di bioskop dekat rumah yang harga tiketnya hampir sama dengan
sebungkus nasi Padang dan Es Teh Manis. Meski begitu saya cukup bersyukur
karena masih bisa nonton di bioskop untuk menghargai karya anak bangsa
dibandingkan nonton film bajakan di Laptop.
Inti dari tulisan ini sebenarnya bukan menceritakan
pengalaman norak saya nonton di XXI Epiwalk. Tapi saya akan coba mereview film
ini meskipun saya kurang cukup paham dalam perfilman. Saya hanya penikmat film,
bukan aktor film, atau pembuat film. Film ini akan direview dari sudut pandang
penikmat film yang cukup polos. Hehehe.
![]() |
| Penampilan Pembuka dengan Nasheed |
Sebelum film ini diputar, ada rangkaian acara seperti gala
premier setiap film pada umumnya. Setelah lampu studio 1 mulai meredup, datang
penyanyi nasheed yang sengaja di undang untuk mengawali acara ini. Setelah dia
membawakan satu buah lagu barulah pembawa acara mempersilahkan sutradara dan
para pemain film ini yang memang sebagian besar adalah keluarga besar KeKe
busana.
Setelah selesai rangkain acara perkenalan dan penyampaian
harapan-harapan oleh sutradara, kang Rendy, serta Bu Ika Kartika(owner KeKe Busana),
film "Dua Kodi Kartika" akhirnya dimulai. Tapi lucunya salah satu
dari kita tidak menyadari bahwa film ini sudah dimulai. Inilah konsep dari film
dokumenter yang memang cukup berbeda dari film-film biasanya.
![]() |
| Saat penyampaian harapan-harapan buat KeKe kedepannya |
Menurut kang Rendy film dokumenter ini memakan biaya
produksi yang low dengan tema perjalanan bisnis dari sang owner. Setelah
mendengar penjelasan tersebut saya mewajari kualitas dari film ini. Karena ada suara dari beberapa adegan yang
bocor sekali, kemudian lighting yang kurang pas. Meski begitu film ini sangat
saya rekomendasikan buat kalian yang penasaran mengenai rahasia sukses dari
sang owner.
Saya cukup menikmati setiap adegan dari film ini. Sebab ada
banyak sekali value yang didapatkan untuk membekali diri dalam menjalani setiap
proses bisnis. Jika kamu seorang pebisnis hijab, sebaiknya coba tonton film ini
untuk mencari kunci rahasia dari perjalanan bisnis KeKe Busana.
Value dari film ini cukup mahal harganya, namun sayang
konsep menyajiannya kurang baik. Saya sangat berharap kedepannya dibuatkan
kembali sebagai film biografi seperti Film Rudy Habibie atau Film KasKus. So
far, film ini wajib kamu tonton bersama keluarga karena ada satu value yang
sangat mengena jika ditonton bersama keluarga.
![]() |
| Foto Saya Bersama Kang Dewa |
Setelah film ini selesai, kami para blogger diberikan goodie
bag berisi buku, notes, dan Gamis KeKe Busana. Karena laparnya perut kami
setelah satu jam lebih menonton film, kami memutuskan untuk mampir ke kedai Mie
Aceh langganan salah satu teman kami. Namun sebelum berangkat saya mendapatkan
kesempatan untuk bisa foto bareng kang dewa.
Selesainya kami menyantap Mie Aceh dan rumpi-rumpi soal
dunia blog, tidak terasa waktu sudah hampir tengah malam. Waktulah yang mulai
memisahkan kami semua. Kami akhirnya bergegas naik Commuter Line yang memang searah
rutenya.
Keesokan harinya saya memberikan gamis KeKe Busana kepada
mamah tercinta. Reaksi mamah saya terhadap gamis KeKe Busana sangat senang,
karena bahannya bagus, warnanya juga cerah. Setelah saya cek situs
TerasKeke.com ternyata memang warna-warna produk dari KeKe Busana memang
colorfull.
Ingin sukses seperti bunda Ika Kartika dalam berbisnis
hijab? Kamu wajib tonton film "Dua Kodi Kartika" ini yaa untuk
menemukan rahasia suksesnya.
Review Film Dua Kodi Kartika
Reviewed by Riski Saputra
on
3:41:00 AM
Rating:
Reviewed by Riski Saputra
on
3:41:00 AM
Rating:






No comments:
Please Comment This Article