Selamat menunanikan ibadah puasa sahaba. Sudah lama ane tidak
mengoreskan tulisan diblog ini. Banyak sekali alasan yang ane keluhkan. Ane harap
sahabat tidak seperti ane yang mencari alasan untuk menulis. Namun ane akan
terus belajar agar tetap konsisten dalam menulis. Dan ane harap sahabat tidak
bosan dalam membaca setiap tulisan ane. Semoga tidak meninggalkan kesan bosan
karena tampilan atau postingan baru terlambat untuk dipublish.
Pada kali ini ane akan berbagi mengenai pengalaman pertama ramdhan
selama menjadi pejuang ekonomi syariah di kampus STEI SEBI tercinta. Genap 2
semester ane menjadi pejuang ekonomi syariah. Ketika SMA di SMAN 84 Jakarta,
ane selalu membayangkan bagaimana proses kuliah itu. Lalu kepo tanya kepada
kakak kelas yang sudah kuliah lebih dulu. Mereka menjawab “ Rasakan sendiri
sensasi kuliah, nanti kalian juga akan tahu bagaimana rasanya. Bersabarlah ! :) “. Memang benar apa yang dikatakan
mereka. Kuliah itu relatif, dan saya sudah membuktikan perkataan mereka.
Saya sangat bersyukur karena berada dilingkungan kuliah yang selalu
terjaga oleh allah. Lingkungan kuliah yang tidak jauh dari A l – Qur’an dan
Hadits. Lingkungan kuliah yang saling bersaing hafalan qur’an. Lingkungan
kuliah yang diskusinya tidak jauh dari nikah muda dan bisnis syariah. Pokok untuk
teman – teman yang masih bingung kuliah dimana. Ane sangat menyarankan untuk
kuliah di STEI SEBI. Karena akan ada banyak petualangan yang akan kalian
dapatkan. Dan ane belum bisa menuliskannya semua dalam tulisan ane. Maka dari
itu buktikan dengan mendaftar di Kampus STEI SEBI. Pendaftaran terakhir itu
tanggal 3 Juli 2014, selain itu juga ada kesempatan mendapatkan beasiswa 100%. Untuk
info lebih lanjut bisa kunjungi situs http://sebi.ac.id
Maaf sahabat, malah jadi melenceng dari topik yang akan ane tulis
sekarang. Karena jujur, ane kangen banget nulis diblog ini. Karena banyak yang
ingin dibagi kepada teman – teman. Makanya tulisannya jadi bervariatif.
Bagaimana makan sahur pertama di tahun ini ?. Bagi sahabat yang
tahun lalu singel dan sekarang sudah menikah mungkin ada yang spesial karena
ramadhan kali ini ada pendamping saat sahur dan berbuka. Buat sahabat yang
merantau dan sedang menunggu tanggal keberangkatan pulang. Mungkin saat ini menyantap
sahur di kostan tercinta. Dengan kesederhanaan serta canda tawa bersama teman
yang saat ini belum pulang.
Alhamdulillah allah memberikan kesempatan kepada ane untuk bisa
sahur bersama keluarga tercinta di rumah. Memang moment ini hanya bisa ditemukan
dibulan ramdahan saja. Makan sahur, lalu nonton TV bersama keluarga. Ini juga
moment spesial buat ane. Karena genap 2 semester hampir tidak bisa makan
bersama keluarga dan nonton TV bersama keluarga.
Ketika adzan subuh berkumandang. Ane bergegas ke masjid setelah
berpakaian koko serta sarung. Ini juga moment yang spesial buat ane karena
sudah lama sekali tidak sholat di masjid ini. Selama ini ane sholat subuh di
Masjid Yarmuk, STEI SEBI. Lantunan adzan yang khas, serta suara imam yang khas.
Membawa ane kedalam dimensi waktu masa kecil, dan remaja. Mungkin masjid ini
yang menjadi saksi bisu pertumbuhan ane. Tidak terasa ternyata saya sudah tua. Beberapa
bulan lagi genap umur ane 20 tahun.
Tapi bukan itu yang akan ane bahas disini. Melainkan suasana subuh
kali ini. Luar biasa memang bulan yang penuh berkah ini. Bulan yang melipatkan
amalan serta kebaikan apapun yang kita perbuat. Sampai jaamah sholat subuh pun
berlipat dengan drastisnya. Setiap libur kuliah ane selalu sholat subuh
dimasjid ini, Masjid An – Nur’ainiyah. Pada hari – hari biasa, hanya dua shaf
dan itu pun di shaf kedua hanya ada dua sampai tiga orang, dan saat ini shaf
sholat subuh menjadi 8 shaf. Empat kali jauh lebih banyak dari hari biasa.
Sangat disayangkan memang melihatnya. Dalam benak saya, kalian
kemana saat sedang bukan bulan puasa ?. Kemana semangat ini saat bulan – bulan lain
?. Entahlah 8 shaf ini akan istiqomah atau tidak. Ane berharap tetap bahkan
lebih. Ane sangat setuju kepada akun twitter @PejuangSubuh yang memiliki
project impact yang luar biasa.
@PejuangSubuh memiliki visi agar jaamah subuh itu seperti sholat
jum’at. Luar bisa gak kebayang kalau itu terwujud. Mungkin islam sudah jaya
saat itu. Dan ini juga menjadi teguran buat ane pribadi khususnya dan umumnya
kepada sahabat. Mari kita lestarikan dan istiqomahkan sholat subuh serta sholat
fardhu lainnya jaamah di masjid. Karena kalau bukan kita yang memakmurkan
masjid, lalu siapa lagi ?
Sekian dari ane semoga tulisan ane ini bermanfaat untuk sahabat. Terimakasih
sudah menyempatkan untuk membaca. Silahkan dicopy dan disebar jika sahabat
merasa membutuhkannya. Mohon maaf jika masih ada kesalahan dalam tulisan da
juga OOT dalam tulisan ane. Karena ane pun masih dalam tahapan belajar.
Salam PerSATUan :)
Subuh Ramadhan, Sesak Gempita
Reviewed by Riski Saputra
on
7:30:00 AM
Rating:
Reviewed by Riski Saputra
on
7:30:00 AM
Rating:

No comments:
Please Comment This Article