Pemimpin Yang Ideal




Tanggal 9 Juli 2014 tinggal menghitung hari. Perdebatan diantara calon sudah dilakukan. Kemarin adalah genap yang terakhir kalinya kita melihat bagaimana calon pemimpin indonesia mengatasi masalah dengan diajukan pertanyaan oleh moderator. Diantara masing – masing kubu saling mempertahankan jagoannya. Mereka saling mengakui bahwa pemimpin yang mereka jagokan adalah pemimpin yang ideal.

Lalu, apakah arti pemimpin yang ideal itu ? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pemimpin adalah seseorang yang diberi amanah atau seseorang yang memimpin. Sedangkan, ideal adalah sesuatu yang diharapkan. Jadi kesimpulannya pemimpin yang ideal adalah seseorang yang memimpin dimana sosoknya itu sangat diharapkan keberadaannya.

Ane akan sedikit berbagi mengenai pemimpin yang ideal. Ane membagi kriteria ini menjadi dua bagian. Yang pertama adalah bagian internal sang pemimpin. Yang kedua adalah eksternal, bagaimana hubungan pemimpin dengan sekitarnya.

Kriteria Internal

Disini ane akan membahas pemimpin ideal dari segi internal. Kalau kita berbicara tentang pemimpin yang ideal. Maka sosok yang tidak jauh kita lihat adalah Rosulullah SAW. Dimana kepemimpinannya mampu mengantarkan islam sampai ada pada saat ini. Lalu, dengan kepemimpinannya terjadi banyak perubahan zaman yang luar biasa.

Mari kita pelajari pemimpin yang ideal dari sosok Rosulullah SAW. Sebagai pemimpin yang ideal Rosulullah SAW telah dikaruniai sifat utama. Dimana sifat utama ini haruslah dimiliki oleh seorang pemimpin. Keempat sifat tersebut adalah Shiddiq, Tabligh, Amanah, dan Fathonah. Keempat sifat tersebut tentu menjadi dasar atau kriteria seorang pemimpin yang ideal sesuai dengan sifat Rasulullah SAW.

Pertama, Shiddiq artinya jujur. Kejujuran adalah syarat mutlak untuk menjadi seorang pemimpin. Pemimpin yang jujur maka akan jauh dari sifat dusta dalam kepemimpinannya. Masyarakat akan selalu mempercayai setiap apa yang menjadi kebijakan untuk mensejahterakan rakyatnya. Pemimpin yang memiliki sifat jujur juga akan lebih dicintai oleh rakyatnya karena janji-janji yang diucapkannya pada saat kampaye tidak sekedar “silat lidah” semata. Sebaliknya seorang pemimpin yang dusta dan hanya mengumbar janji demi kekuasaan pasti akan dibenci oleh rakyatnya. Kejujuran seorang pemimpin dapat kita nilai dari perkataan dan sikapnya. Karena perkataan seorang pemimpin merupakan cerminan dari hatinya.

Kedua, Tabligh artinya menyampaikan atau komunikatif. Seorang pemimpin harus mempunyai sifat terbuka kepada seluruh masyarakatnya. Apa yang telah menjadi kebijakannya harus disampaikan kepada rakyatnya. Selain itu, seorang pemimpin juga mempunyai kewajiban untuk menyampaikan yang benar dan yang salah agar masyarakatnya tidak terjerumus kedalam jurang kenistaan. Sosok pemimpin yang mempunyai sifat tabligh adalah mereka berani menyatakan kebenaran meskipun mempunyai resiko atau konsekuensi yang berat. Seorang pemimpin juga harus selalu menjalin komunikasi yang harmonis dengan rakyatnya agar tidak terjadi kesalahfahaman terhadap apa yang telah menjadi kebijakan seorang pemimpin.


Ketiga, Amanah artinya terpercaya. Amanah juga merupakan sifat wajib yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Dengan memiliki sifat amanah, maka pemimpin akan senantiasa menjaga kepercayaan masyarakat yang telah diserahkan diatas pundaknya. Bangsa kita kini mengalami krisis pemimpin yang amanah. Hal itu terbukti dengan banyaknya pemimpin kita yang berbondong-bondong masuk penjara karena terjerat kasus korupsi. Jabatan yang disandangnya telah disalahgunakan yaitu dengan memanfaatkan jabatan mereka sebagai alat untuk menumpuk kekayaan. Mereka tidak lain adalah seorang perampok yang berdasi dengan cara menghianati kepercayaan rakyatnya. Oleh karena itu pemimpin yang amanah adalah pemimpin yang bertanggung jawab yaitu melaksanakan tugas dengan lebih berorientasi kepada ketuntasan dan kesempurnaan.

 Keempat, Fathonah artinya cerdas. Seorang pemimpin seyogyanya harus memiliki kecerdasaran di atas rata-rata masyarakatnya. Hal ini dimaksudkan agar pemimpin tersebut memiliki rasa percaya diri untuk memimpin rakyatnya. Kecerdasan merupakan modal utama untuk menjadi seorang pemimpin. Karena hal itu akan membantunya dalam memecahkan persoalan yang dihadapi oleh masyarakatnya. Kecerdasan atau ilmu yang dimiliki oleh seorang pemimpin itu ibarat bahan bakar yang digunakan untuk menjalankan roda kepemimpinannya.


Kriteria Eksternal

Kita sudah tahu bagaimana seharusnya pemimpin yang ideal itu dilihat dari internal dirinya. Selanjutnya adalah kita akan membahas dari segi eksternal. Disini kita akan melihat bagaimana sosok pemimpin yang ideal terhadap apa yang dipimpinnya dan juga terhadap lingkungannya. Ada lima kriteria eksternal yang akan mencirikan sosok pemimpin yang ideal. Kelima ciri ini akan sangat berpengaruh terhadap hubungan diantara pemimpin dan sekitarnya. Berikut adalah kelima kriteria eksternal.

Pertama, Memberikan komitmennya terhadap orang banyak seperti halnya pada pekerjaan adalah kunci pertama. Pemimpin yang baik dapat memberikan waktu untuk membangun perusahaan ataupun timnya, tidak hanya di awal-awal pembentukannya, namun terlebih saat anggota baru bergabung dengan perusahaan atau tim yang sudah ada. Hal tersebut meminimalisir ketegangan antar anggota bawahannya, juga menumbuhkan perasaan merasa dipercaya oleh pemimpin.
 Kedua, Keinginan untuk mendukung yang anggotanya. Mendukung dengan memberikan motivasi agar anggotanya memiliki antusiasme dan semangat yang positif. Juga memberikan contoh sosok pemimpin yang baik agar para anggotanya dapat mencontohnya. Hal tersebut juga menghindari pemimpin menjadi diktator.
 Ketiga, Antusiasme, energi, inspirasi dan kemampuan yang memadai. Dengan memiliki hal-hal tersebut maka para anggotanya tidak akan takut dan segan untuk bertanya apapun yang belum dimengerti dan mendapat berbagai nasihat yang membangun. Semakin sering anggotanya berinteraksi maka semakin ahli dan baik juga anggotanya, tidak hanya pemimpinnya saja.
 Keempat, Kerelaan untuk memikul tanggung jawab dan bukan melemparkannya. Setiap kesalahan yang dilakukan anggotanya adalah tanggung jawab setiap pimpinan. Dengan memiliki tanggung jawab yang besar maka para anggota juga akan berpikir untuk meminimalisir kesalahan sehingga tidak membuat repot pimpinannya.
 Kelima, Kemampuan untuk membuat tim bersatu untuk membuat pencapaian lebih dari sekedar yang dilakukan oleh sekelompok individu. Perusahaan membutuhkan sinergi dan kerja sama yang baik. Begitu pula tim, membutuhkan pembagian tugas dan menjalankannya secara tersinkronisasi. Dengan begitu, waktu yang digunakan akan lebih efektif dan efisien untuk mencapai tujuan.
Kita sudah mengetahui bagaimana seharusnya pemimpin yang ideal itu. Melalu sembilan kriteria itu kita harus pintar dan cerdas dalam memilih presiden dalam pemilihan presiden pada tanggal 9 Juli 2014 nanti.

Sumber: google.co.id
Pemimpin Yang Ideal Pemimpin Yang Ideal Reviewed by Riski Saputra on 8:10:00 PM Rating: 5

No comments:

Please Comment This Article

Powered by Blogger.