Rempongnya Urusan Semester Pendek
udah kelar nih. Tapi Ada lagi yang bikin
ane galau dibandingkan tadi nih sahabat. Ini urusan percintaan ane. Sebelum ane
jauh menceritakan kegalauan ane. Ane mau sedikit cerita tentang pengalaman
percintaan ane.
Memasuki SMP kita sudah berada di
jalur remaja. Dimana kondisi fisik, psikis, dan emosional semakin banyak
perubahan. Mulai dari badan semakin tinggi, haid untuk yang wanita, sampai
mimpi basah pada pria. Selain itu juga rasa ketertarikan kepada lawan jenis pun
tercipta.
Ane melihat pada zaman ane
remaja. Rasa ketertarikan kepada lawan jenis disebabkan oleh banyaknya perubahan
pada diri kita. Yang cewek jadi sedikit berdandan. Yang cowok jadi sedikit
aktif dan rapi. Begitu pun yang ane rasakan pada itu. Di kelas satu smp ane
sudah mulai menyukai lawan jenis. Tapi ane bingung harus bagaimana rasa ini
disampaikan. Kemudian karena pengaruh lingkunganlah ane mengetahui caranya
dengan pacaran. Sehingga dengan percaya diri mencoba menyatakan cinta kepada
cewek yang ane suka.
Tapi emang dasarnya masih bocah yak.
Lama hubungan pacaran hanya berumur jagung. Selama di SMP ini sudah banyak
mantan yang ane pacari namun dengan kulitas hubungan yang pendek. Dengan berbagai
alasan kita mengakhiri hubungan tersebut. Mulai dari gak cocok, sikap kita yang
aneh, sampai alasan klasik ingin focus UN. Tapi yah bagaimana pun ane tidak
bisa melawan takdir.
Setelah masa manis sekolah
menengah pertama dengan cerita cinta monyet. Sampailah ane di masa SMA dimana
yang orang katakan bahwa masa putih abu-abu adalah masa yang paling indah. Semakin
lama banyak perubahan yang terjadi pada diri ane dan teman-teman. Dimana ketika
masa SMP mungkin hanya ke sekolah dengan sepeda. Tetapi sekarang kita diizinkan
membawa motor.
Memasuki dunia putih abu-abu
semakin bebas dan semakin terbuka wawasan tentang dunia dan percintaan. Dibangku
kelas sepuluh semester ganjil tepatnya tanggal 10 bulan 10 tahun 2010 ane
menyatakan perasaan kepada orang yang memang baru ane kenal di SMA tetapi
pesonanya membuat hati ini mematahkan teori cinta terhadap intensitas bertemu.
Di dunia putih abu-abu semakin
naik kelas cara berpacaran disini. Mulai dari setelah pulang sekolah hang out
di mall samping sekolah, sampai begandengan tangan di sekolah atau mojok di
kelas dan sudut sekolah. Tapi apa yang ane lakukan masih di dalam norma yang
berlaku. Pacaran secara sehat dan syariah.
Ketika menjalin hubungan, ane
sudah memasuki dunia organisasi yang bernama ROHIS. Walaupun sering hadir
mentoring, ta’lim, atau kegiatan ROHIS lainnya. Masih saja ane belum
mendapatkan hidayah tersebut. Namun ketika memasuki kelas sebelas. Ane mulai
sadar bahwa tidak ada yang namanya pacaran sehat atau islami. Semua yang
pacaran pasti positif zinah.
Mendapatkan hidayah ketika
mengikuti fit and profit test ketua rohis. Walaupun hasilnya ane tidak menjadi
ketua rohis tapi hidayah itu membuat ane untuk bersegera mengakhiri hubungan
tersebut.
Setelah pulang dari ROHIS dengan mantap
ane mengakhiri hubungan dengan dia. Padahal dua hari setelah putusnya hubungan
kita adalah aniv ke satu tahun kita. Mau dikata apa kalau sudah mantap tidak
bisa goyah.
Banyak yang mencemooh ane atau
menggunjingkan ane ketika ane putus. Tapi ane menanggapi bahwa itu tidak akan
bertahan lama. Benar saja memang kabar itu tidak lama bertahan. Tapi hubungan
pertemanan ane dan dia tidak baik. Bukan karena ane yang menjauh. Tapi karena
dia yang tertutup. Mungkin masih sakit dengan kejadian tadi.
Selama SMA ane semakin mantap
mendalami ilmu agama di ROHIS ini. Dan juga semakin aktif di sekolah. Walaupun dengan
kesibukan yang ada tetap saja masih mudah digoda oleh setan. Ketika menjadi
pengurus rohis. Ane pernah suka dengan rekan kerja di ROHIS. Tapi ane tidak
pernah ingin berpacaran. Karena sudah paham betul hukum dan balasan di akhirat
seperti apa.
Tapi emang dasar masih labil. Ane
terus berinteraksi dengan dia. Sampai setan membuat ane menyatakan perasaan
tetapi tidak dengan berpacaran. Tapi membuat janji untuk menikahinya nanti. Namun
dia memberikan syarat mahar minimal ane harus hafal 28 JUZ. Sontak setelah itu
ane mulai rajin menghafalkan al-qur’an dengan niat yang salah. Namun hubungan
kita masih terus berjalan. Sampai ketika itu kabar hubungan kami diketahui
Majelis Syuro(MS) ROHIS. Kemudian ane ditabayun oleh ketua MS ROHIS.
Selama disidang ane sangat gugup
dan takut. Kemudian mendapat nasehat yang sangat keras. Dan juga sedikit mendapat
tamparan dengan kata-kata. Akhirnya ane memutuskan untuk tidak berinteraksi
dengan dia kalau tidak ada yang penting. Ternyata dia juga di tabayun oleh
murobbinya. Dia yang bilang kepada ane. Setelah itu kami hanya berinteraksi
jika ada keperluan saja. Dia pun sangat menjaga jarak sekali dengan ane.
Setelah kejadian itu tidak ada
lagi perasaan suka, cinta dan yang lainnya. Karena sudah fokus UN, SBMPTN, dan
sebagainya. Mulai dari intensif les, pendalaman materi sampai tutor bersama
setelah pulang sekolah. Pokoknya hari-hari seperti rutinitas berlalu. Sekolah,
les, tutor, belajar kelompok, belajar dirumah, tidur, sekolah lagi. Begitu terus
sampai UN tiba.
Belum beruntung ane untuk bisa
melanjutkan di perguruan tinggi negeri. Akhirnya mengambil beasiswa di kampus
yang sekarang ini. Setelah melewati masa orientasi, kegiatan kaderisasi, kajian
dan perlombaan. Akhirnya selama tingkat satu ane tidak terkena virus merah
jambu. Karena mungkin ane memang satu kost dengan murobbi ane dan juga
lingkungan tarbiyah sebi yang luar biasa.
Namun masuk tingkat dua. Sudah mulai
disibukan dengan organisasi, kepanitiaan dan sebagainya. Sehingga membuat
intensitas bertemu ane dengan partner lawan jenis semakin intens. Sehingga tercipta
percikan api cinta dihati. Ane menyukai seorang akhwat yang memang kami sering
sekali berkatifitas bersama.
Berbeda dengan masa dulu. Ane mencintai
kemudian menyampaikan perasaan dengan aksi pacaran atau janji suci akan
menikahinya. Tetapi saat ini ane menyimpan dengan rapi agar tidak ada yang tahu
bahwa ane mencintainya. Ane semakin ingin merubah diri untuk memantaskan diri
kelak akan menikahinya.
Semakin lama semakin besar
tanaman cinta yang besar dihati ini. Padahal tidak pernah di pupuk dengan
apapun. Ane hanya berdoa kepada allah. Ini doa yang ane panjatkan setiap
setelah sholat. Baik itu fardhu maupun sunnah.
“ Jika dia jodoh ku maka mudahkanlah proses revolusi diri ane. Kalau dia
bukan jodoh ku, makan carikan jodoh yang sama percis seperti dia. Kalau tidak
ada maka dia saja ya allah “
Tenyata ane kurang rapih
menyimpannya sehingga sahabat ane mengatahuinya. Dan dia ingin ane menjelaskan
semua tentang yang ane rasakan. Ane ceritakan mula kenapa suka sama dia, sampai
planning kedepan bagaimana dan masih banyak lagi perbincangan lainnya.
Ane minta sahabat ane untuk
menjaga ini dengan baik. Tapi waktu terus berjalan. Dan sahabat ane menceritakan
kepada ane. Bahwa dia sudah bilang bahwa ane menyukainya. Namun ada satu kabar
yang membuat ane shock dan gak bisa tidur. Yaitu tentang orang yang ane cintai
sudah dilamar dan akan menikah segera.
Rasa terpukul yang sangat dalam. Sangat
dalam dan membekas. Perasaan sakit ini juga pernah ane rasakan ketika awal
masuk kuliah. Wanita yang ane janjikan untuk menikahinya. Memohon untuk tidak
mengarapkan dia lagi karena dirinya sudah dilamar orang dan akan segera
menikah. Dua kali ane mendapatkan pukulan yang sangat dalam dihati ini.
Kadang ane suka nangis sehabis
sholat dan saat berdoa. Apa kesalahan ane sehingga perjalanan percintaan ane
begitu pahit ? Baru ingin berubah untuk menjadi yang lebih baik dengan menjaga
izzah. Tapi takdir berkata lain.
Dengan keadaan masih terpukul
sekarang ini. Ane sedikit sharing kepada sahabat pembaca setia blog ini. Ini merupakan
pesan sahabat karib ane ketika ane sangat terpukul mendengat kabar tersebut.
“ Sudah lupakan saja. Masih banyak akhwat diluar sana yang jauh lebih
cantik darinya. Masih ada waktu untuk berubah dan mencari wanita lain yang
lebih baik darinya. Sekarang perbaiki niat dan bersungguh-sungguhlah menjalani
hidup. Kelak ketika sukses wanita mana yang tidak akan melirik mu. Anak presiden
atau ustadz pun kalau melihat pemuda sholeh kaya dan hafidzh qur’an. Siapa yang
mau menolaknya ? “
Ketika dinasihati seperti itu ane
berfikir dan bertekad untuk berubah. Karena Harapan Itu Masih Ada. Lets Move On
Guys.
Salam Cinta
Risapu
Risapu Ditinggal Nikah
Reviewed by Riski Saputra
on
10:54:00 PM
Rating:

No comments:
Please Comment This Article