Bagian
Adi
“ Subuh yang indah “
adi berkaata dalam hati. Memang pagi itu suhu dan suasana yang ada berbeda dari
yang biasa. Benar – benar mencermikan subuh yang indah. Dimana ada kicauan
burung dan suasana dingin yang bagai di puncak cisarua saja.
Bagi adi sebagai muslim
yang taat ini memang tidak biasanya . adi selalu sholat di masjid. Dan subuh
kali ini berbeda dari yang biasanya. Ditambah lagi adi yang semalam bermimpi
tentang mendapatkan jodoh dari allah. Ini lah yang membuat subuh kali ini lebih
indah.
Berbicara soal nikah,
adi sendiri sudah seharusnya menikah karena umur adi yang sudah matang dan
memang harus menyegerakannya untuk menikah. Karena pekan lalu sang murobbi
membahas tentang nikah muda yang dimana menyindir adi yang sudah cukup matang
namun belum pula mendapatkan pendamping sampai saat ini.
Mungkin karena
pekerjaannya yang membuat adi sulit untuk mencari pasangan hidup. Adi adalah
seorang pegawai di salah satu bank syariah di kotanya. adi selalu berangkat
pagi – pagi dan pulang malam sampai rumah.
Bagian
Ida
“ nduk, umur mu sudah cukup toh untuk menikah.
Kenapa belum menikah juga nduk. Ibu mu ini sudah ingin gendong cucu dari kamu.
Masa kamu keduluan sama adik kamu yang sudah tunangan saat kuliah. “ kata ibu
ida saat duduk bareng di ruang keluarga.
“ ia bu. Cari jodoh bukan kayak cari pakaian di
pasar atau butik bu. Ini kan untuk pasangan kita sampai mati. Lagi ida masih
ingin berkarir dan memajukan bisnis ida saat ini. “ kata ida membela dirinya.
“ kerja mulu, bisnis mulu. Kapan waktu kamu ada
untuk cari jodoh. Jodoh kan harus di cari nduk. Bukan diem aja terus dateng
kerumah dan melamar kamu. Ibu khwatir kamu jadi perawan tua nduk. “ jawab
ibunya sambil mengelus rambut sang anak.
“ ibu apasih ! masa ngedoain anaknya jadi perawan
tua. “ kata ida sambil menuju kekamar.
Di kamar dengan lebar 4 meter dan panjang 6 meter
ini ida termenung di kasur yang empuk dan memang sudah menjadi sahabatnya sejak
kecil. Ida terus memikirkan perkataan ibunya. Memang umur ida saat ini sudah
sangat matang untuk menikah. Ditambah di rumahnya ida lah sang anak yang belum
di lamar oleh sang pangerang.
Saat itu juga ida sms sang murobbi untuk minta
curhat terkait ini. Dan akhirnya ida memutuskan untuk bertemu di tempat biasa
mereka mentoring.
“ mba syifa, ibu ku sudah desak untuk nikah nih.
Gimana donk mba ? “ tanya ida pada sang murobbi. “ sudah ada yang ajak ta’aruf
belum ? “ jawab sang murobbi.
“ belum mba, gimana donk ? kalo dipikir-pikir umur
ku sudah matang dan teman di mentoring ini kan hanya aku saja yang belum
menikah. “ jawab ida tersedu sedu. “ serahkan semuanya pada allah, pasti ada
rahasia di balik itu semua. Kamu udah istikhoroh belum ? “ saran mba syifa.
“ hehe, belum mba. Soalnya memag akunya terlalu
fokus dengan pekerjaan dan bisnis sambilan ini. “ jawab ida malu. “ ya sudah
saran mba kamu istokhoroh dulu . pasti akan ada jawabannya disana. “ jawab mba
syifa. “ ia, mba terimakasih ya atas saran yang membangun. Mba memang mentor ku
yang TOP deh “ jawab ida
Akhirnya ida dan mba syifa pulang ketika masalah
yang dibacarakan sudah selesai dan ida memutuskan nanti malam akan sholat
istikhoroh. Sudah lama ida malaksanakan sholat istikhoroh, tetapi belum ada
tanda – tanda jawaban dari sang kuasa. Namun ida tetap sabar dan berhudznuzon
sama allah.
6 Bulan Berikutnya.
Hari ini kesibukan kantor sangat terlihat dengan
banyaknya orang yang melakukan pengajuan pinjaman. Di tambah banyak laporan
yang harus di selesaikan oleh adi sehingga cukup melelahkan untuk menyelesaikannya.
Di lihatnya jam tangan pemberian temannya saat ulang tahun yang 17 tahun. Dan
adi jadi teringat masa – masa SMA dulu. Ketika adi terlamun dengan kenangannya.
Tiba – tiba ada telepon dari CS dan memberi tahu bahwa ada seseorang yang ingin
mengajukan kredit pinjaman usaha.
Memang adi ini adalah seseorang yang menangani di
bidang ini. Sudah banyak yang sukses akibat meminjam kredit pada bank ini.
“ Tok.. Tok.. Tok.. “ Ida mengetuk pintu
“ Silahkan masuk. “ kata adi.
Masuklah seorang akhwat dengan berpakaian berwarna
hijau cerah dan berwajah bersinar. Lalu adi sedikit menyelidiki wajah tersebut
dan sambil mengingat kembali kenangan di SMA. Ingatannya memang tidak salah,
dia adalah ida teman di organisasi Rohis ketika SMA.
“ ida, Apa Kabar Ukhti ? “ Respon Adi kepada ida.
Ida pun kaget melihatnya bahwa yang sedang dia hadapi adalah teman Rohis
SMAnya. Memang mereka sudah tidak saling memberi kabar setelah masing masing
sibuk dengan organisasi kampus.
“ Baik, di. Sudah lama yah gak ketemu. Kamu sekarang
disini ?. wah hebat yah kamu sudah sukses sekarang. “ puji ida kepada adi. “
ah, kamu bisa aja nih. Mau pinjam uang untuk keperluan bisnis kan da ? kamu
bisnis apa memang ? “ tebak adi. “ kamu yah, udah paham aja tujuan aku. Ia aku
mau ngembangin bisnis kerudung dan manset. Kamu kan tahu kalo aku waktu SMA
jual manset dan kerudung kan ? “ jawab ida
“ luar biasa kamu ini, memang yang istri oke. Udah
sholeha, cerdas, pintar lagi dalam berbisnis. Pasti beruntung yang jadi suami
kamu “ ledek adi. Ketika itu wajah ida bingung mau jawab apa, karena memang ida
belum mempunyai suami. “ kamu kali yang hebat di, sudah tampan, pintar lagi.
Kamu juga sosok ayah yang hebat, di. “ jawab ida.
Adi termenung dan bingung menjawab apa karena sampai
saat ini adi belumlah meminang istri. “ aku masih singel da. Anak kamu sudah
besar yah. Pasti cantik seperti ibunya. “ jawab adi. “ aku belum menikah di. “
jawab ida sambil tertunduk.
“ ida, mau pinjam yang berapa ? “ adi langsung
mengalihkan pembicaraan. “ aku butuh 10juta, di. Untuk keperluan bisnis ku ini.
“ jawab ida. “ kamu bisa isi form ini yah. Aku bisa minta nomer hape kamu ? “
jawab adi. Ketika adi sudah mendapatkan nomer HP ida, dan ida sudah selesai
dengan urusannya. Akhirnya ida pamit dan akan kembali lagi untuk pencairan
uang.
Bagian
Ida
“ apakah ini jawaban istikhoroh ku selama ini ?
apakah adi yang akan mengisi kesepian hati ini ? apakah aku akan bahagia
dengannya. ? “ kata – kata itu yang terus terngiang di telinga ida selama
beberapa hari ini.
Ketika mentoring, mba syifa membahas tentang
kebahagian dunia dan akhirat. Serta bagaimana dengan mendapatnya. Salah satunya
adalah dengan menikah, karena kita akan lebih ringan karena bekerja dengan
pasangan kita. Materi ini membuat ida kembali mengingat kata – kata yang sudah
terngingang di telinganya.
Ketika mentong selesai ida meminta waktu sebentar
untuk menanyakan tentang kejadian yang sudah terjadi padanya beberapa hari yang
lalu. “ mba aku udah istiqomah dalam beristikhoroh. Lalu ketika aku hendak
meminjam uang di salah satu bank syariah aku bertemu dengan kawan lama ku
seperjuangan Rohis ku dulu. Apakah ini jawaban dari allah ya mba ? “ tanya ida
kepada mba syifa. “ mungkin ada benarnya. Namun, tugas kamu sekarang adalah
selalu berdoa jika memang dia jodoh mu maka tidak akan lama lagi dia akan
melamar mu. “ jawaban mba syifa yang memotifasi ida dalam beberapa hari yang
sedang bingung dalam hal tersebut.
Bagian
Adi
Sudah cukup lama semenjak ida mendatangi kantor adi.
Adi menjadi bertanya – tanya dan terus beristikhoroh tetang jodohnya. Suatu
malam, allah mendatangkan ida dalam mimpinya. Ternyata mimpi ini adalah mimpi
yang sudah pernah dia alami namun kali ini pengantin wanitanya terlihat yaitu
ida.
Dengan kematangan tekad dan pertimbangan yang
matang. Akhirnya adi mengirim CV kepada murobbinya untuk ta’aruf kepada ida.
Dan dengan senang hati sang murobbi menyerahkan CV nya kepada mba syifa,
murobbi ida.
Bagian
Ida
“ Assalamualikum, kamu lagi sibuk gak. Kamu ada
waktu untuk bertemu mba. Ada jawaban nih dari allah “ isi sms mba syifa kepada
ida. Penuh tanda tanya dengan sms ini, ida sendiri tidak mengerti maksud dari
sms mba syifa tadi. Lalu dengan penuh tanda tanya ida langsung menuju ketempat
yang sudah dijanjikan.
“ ada apa mba ? Tumben siang begini ingin betemu
dengan ku. Dan aku bingung dengan maksud kata jawaban dari allah mba. “ tanya
ida kepada mba syifa dengan penuh tanda tanya. “ ini kamu baca dulu “ kata mba
syifa sambil menyerahkan satu bundel kertas seperti proposal acara kampusnya.
Ida membaca judulnya saja sudah kaget dan tak percaya bahwa adi benar – benar ingin
melamarnya dengan mengajak ta’aruf terlebih dahulu.
“ bagaimana ini mba apakah aku terima tawaran ini ?
“ tanya ida. “ kamu tanyakan pada hati kamu, jika kamu sudah siap. Kamu bisa sms mba dan kita bisa
mengatur proses ta’arufannya. “ jawab mba syifa sambil pamit karena ada urusan
lain.
Malam harinya adalah malam terlama ida berdoa dan
mengadu kepada allah. Kebingungan, air mata dan keinginan menjadi satu. Namun
allah maha adil, ida di tidurkan dalam mimpi yang terdapat jawabannya. Ketika
terbangun ida sms mba syifa tentang kesiapannya.
Dan proses ta’aruf pun berlangsung. Lalu ketika
berjalannya waktu, pembicaraan meninggkat kepada kapan waktu yang tepat untuk
ijab kabul. Akhirnya dengan musyawarah dengan keluarga dikedua belah pihak
sudah di putuskan akan melakukan ijab kabul di bulan depan.
Bagian
Adi
Sampailah saat dimana proses ijab kabul terlaksana.
Dengan penuh percaya diri adi melakukannya. Lalu ketika diplaminan ida berbisik
“ sayang tak ada yang pernah tahu dengan rahasia allah, namun kita harus
mempercayainya dan bersabar bahwa itu akan terjadi. Abang percaya bahwa jodoh
abang tidak akan lama lagi dan allah menjabadnya dengan kehadiran adik ke
kantor abang “ “ abang, aku pun sudah bersabar untuk menunggu kedatangan
pangeran ku. Dan pangeran ku itu adalah abang “ jawab ida.
---
TAMAT ---
Benih Cinta di Bank Syariah | Satnite Story
Reviewed by Riski Saputra
on
9:34:00 PM
Rating:
Reviewed by Riski Saputra
on
9:34:00 PM
Rating:

No comments:
Please Comment This Article