Review Buku SRC Juli 2013

Novel Anak Islami: Tetangga Saudara Terdekat



Penyunting Naskah: Sri Mulyani
Ilustrasi: R. Edhi Arianto
Olah Grafis: Krisdiantoro

Cetakan I : Januari 2009

Penerbit : PUSTAKA KREAKTIF
Kemendaman MJ II/583c
55141 Yogyakarta
Telp. (0274) 7408120, 6925079
email: [email]pustakakreaktif@yahoo.co.id[/email]

Distributor:
PUSTAKA BELAJAR
Celeban Timur UH III/ 548 Jojgakarta 55167
Telp: (0274) 381 542, Fax: (0274) 383 083
email: pustakapelajar@telkom.net


Penggalan Cerita

Senja menyala di ufuk barat. Bayangan pepohonan mulai kabur. Nobel Merasakan ada yang berubah di dalam rumah kosong. Rumah itu terletak di sebrang gang depan rumahnya. Nobel sering memperhatikan bunga bunga bermekaran indah di balkon rumah kosong, Dia heran, bagaimana mungkin semua tanaman di rumah itu tumbuh subur, padahal tak ada yang merawatnya? Sungguh Allah Maha Kuasa yang telah memelihara semua makhluknya, demikian pikir Nobel. Belakangan ia diberi tahu ibunya kalau setiap pagi seorang tukang kebun datang merawat tanaman - tanaman itu. pantas saja Nobel tidak tahu, Karena ia sedang sekolah.

Nobel tersenyum. Tiba-tiba ia teringat teman-teman sekolahnya. tanpa terasa mereka sekarang sudah duduk di kelas lima. Banyak ham-hal kreatif dan kadang kdang konyol mereka pikirkan. Mereka sering menjuliki Nobel sebagai pawang makhluk halus rumah kosng.

Nobel memang cukup berani menghadapi hal-hal mistik. Dia tidak pernah takut sendirian seripa malam pulang dari masjuid. Padahl dia harus berjalan kaki mengitari rumah kosnong itu. Saat malam, rumah kosnong tampak leih seram. Hanya ada satu lampu taman yang menyala. Suasanya remang-remang dan sunyi, seperti kastil tua dalam dongeng-dongeng sihir.

Sebenarnya Noobel sangat penasaran dengan rumah itu. Ada apa saja di balik pagarnya tinggi? Suatu ketika Nobel pernah berniat memanjat pagar itu namun, dia teringat pelajaran guru mengajinya, Ustaz Hikam. Mengintip rumah orang tanpa amatlah tercela. Jika pemilik rumah idak ikhlas, maka kita berdosa. Nobel pun membuang jauh niatnya, pemilik rumah itu mungkin tak menginginkan isi rumahnya diketahui orang, sehingga dia membuat pagar yang begitu tinggi.

Nobel menatap ke barat. Matahari belum sepnuhnya tenggelam. keanehan rumah kosnong itu semakin tampak. Nobel pun memanjat pohon mangga di halaman rumahnya . Ia nyaris lupa sudah mengenakan sarung, baju gamis, serta kopiah, dan sikap berangkat ke masjid

Nobel memilih dahan yang nyaman lalu bertengger di situ. Dari balik dedaunan yang rindang, ia menyelidiki seperti detektif. Tiba-tiba Nobel melihat jendela di lantai dua rumah itu bergerak. Ia terpana. Dari balik gordin indah berwarna biru muncul sesosok gadis kecil yang cantik. Nobel mempererat pegangannya di dahan pohon. Ia takut terjatuh.

Ya Allah, apakah gadis itu makhluk halus sebangsa jin atau peri? Tanya Nobel dalam hati

Magrib hampir tiba. Nobel merinding.tetapi ia masih penasaran. Sekali lagi di telitinya gadis di jendela itu. Parasnya cantik, rambutnya panjang dan rapi, namun sorot matanya sendu. Gadis itu tampak kesepian. Sebenarnya gadis kecil itu sangat menarik perhatianya. Tetapi, sekarang nobel harus segera pergi ke masjid. Ia pun menuruni pohon mangga dengan hati hati

***

Komentar

Jika kita lihat penggalan di atas. bahwa kita dapat merasakan bahasa yang sangat mudah di dengar dan di baca oleh anak-anak. Serta watak dari sang tokoh juga bisa menginspirasi anak-anak kita.


Review

Kisah ini diawali oleh seorang anak bernama nobel. anak pemberani yang tinggal di depan rumah kosong yang di kabari ada hantunya. namun nobel ini anak pemberani yang tidak percaya dengan namanya setan. namun sewaktu ketika dia memanjat pohon mangga yang menghadap rumah kosong itu. dia melihat sesosok gadis yang cantik. dia pun kaget minta ampun, karena dia bukan orang yang percaya sama setan. kali ini dia mulai menyelidik. besok malamnya dia bergegas untuk memanjat kembali pohon dan memastikan apa yang di lihatnya itu bener setan atau yang lain?

hayoo? siapa yah sosok tersebut? apakah dia hantu? dan apa yang akan terjadi dengan sosok itu dan nobel.

Selamat Membaca yah gan :)

Rate 3/5

Saya hanya memberikan 3 Bintang Karena Mudahnya Cerita itu di tebak. Namun, Pesan Moral yang di sampaikan sangat membantu para ibu untuk menasihati anaknya.
Review Buku SRC Juli 2013 Review Buku SRC Juli 2013 Reviewed by Riski Saputra on 9:49:00 PM Rating: 5

No comments:

Please Comment This Article

Powered by Blogger.