Jadi Pelarut atau Terlarut?



Hanya ada 2 pilihan, menjadi pelarut atau menjadi yang terlarut. Atau bahkan mungkin hanya menjadi endapan dalam perjalanan ini. Tak ada fungsi dan hanya menambah beban molekul larutan saja. Anggap dunia ini seperti tabung erlenmeyer yang berisi sebuah larutan dan endapan didalamnya. Dan jika posisi kita sedang berada didalam endapan tersebut, apa yang akan kita lakukan?. Hanya diam, menyerah dan menjadi pengotor dan beban dalam larutan tersebut?. Atau berusaha keluar dari fase endapan menjadi terdispersi dan terlarut bersama larutan?

Kita tinggal memilih, jika masih ingin terpuruk didasar tabung dgn menjadi endapan tentu kita akan menjadi sumber masalah bagi perjalanan ini. Dan jika ingin terlarut bersama larutan, satu2nya cara ialah dgn menambahkan zat pelarut ke dalam tabung tersebut. Zat pelarut itu ialah Allah, ya hanya Allah yang mampu melarutkan segala masalah yang ada didunia ini, hanya Allah yang mampu mendispersikan diri kita menjadi fase yang lebih siap dan lebih stabil.
 
Apa jadinya jika kita tanpa Allah, yang ada hanya kesombongan, dan semakin banyak endapan yang akan terbentuk nantinya.
Dekatlah pada Allah dan selalu ingat Allah,,, Allah, Allah dan selalu Allah..
‪#‎Allahghayatunaa‬


SUMBER 
Jadi Pelarut atau Terlarut? Jadi Pelarut atau Terlarut? Reviewed by Riski Saputra on 7:18:00 AM Rating: 5

No comments:

Please Comment This Article

Powered by Blogger.